Address
Jl. Jumbo Zet I Komplek Melong Green Garden No.3, Melong, Kec. Cimahi Sel., Kota Cimahi, Jawa Barat 40534
Work Hours
Senin hingga Jumat: 07.00 – 19.00
Akhir pekan: 10.00 – 17.00
Address
Jl. Jumbo Zet I Komplek Melong Green Garden No.3, Melong, Kec. Cimahi Sel., Kota Cimahi, Jawa Barat 40534
Work Hours
Senin hingga Jumat: 07.00 – 19.00
Akhir pekan: 10.00 – 17.00


Pernahkah Anda merasa lelah karena margin keuntungan terus tergerus biaya admin marketplace yang kian hari kian tinggi? Atau mungkin Anda merasa cemas saat algoritma berubah dan produk jualan Anda tiba-tiba hilang dari halaman pertama? Bagi banyak pelaku UMKM, jualan di marketplace memang terasa mudah di awal. Namun, setelah dijalani, rasanya seperti membangun istana di atas tanah milik orang lain.
Ada sebuah pepatah yang sangat relevan untuk situasi ini: “Jualan di marketplace itu seperti ngontrak — kamu bekerja keras tapi yang punya rumah tetap orang lain.” Jika Anda ingin membangun bisnis yang tahan lama, sudah saatnya kita bicara jujur tentang realita bisnis digital saat ini.
Marketplace memang memberikan trafik yang besar, namun ada “harga” yang harus dibayar di balik kemudahannya:
Di marketplace, pembeli bukanlah “pelanggan Anda”, melainkan “pelanggan marketplace”. Anda tidak memiliki akses ke database pembeli. Anda tidak bisa melakukan email marketing, mengirim promo via WhatsApp ke pelanggan lama, atau memetakan perilaku pembeli untuk pengembangan produk ke depan.
Di marketplace, semua toko terlihat seragam. Pelanggan cenderung mengingat nama aplikasinya, bukan nama toko Anda. Jika Anda ingin membangun loyalitas, sulit rasanya jika Anda terjebak dalam perang harga dengan ribuan kompetitor yang menjual barang serupa hanya dengan perbedaan harga seribu atau dua ribu rupiah.
Mari kita hitung secara kasar. Banyak penjual hanya fokus pada omzet, namun lupa menghitung biaya operasional marketplace yang “diam-diam” memakan profit Anda:
Jika ditotal, biaya-biaya ini bisa memakan 10% hingga 20% dari margin keuntungan Anda. Tanpa disadari, Anda bekerja keras hanya untuk membayar biaya platform.
Website sendiri adalah properti digital milik Anda sepenuhnya. Berikut alasan mengapa website harus menjadi pusat bisnis Anda:
Tentu tidak. Gunakan marketplace sebagai saluran tambahan untuk mencari pelanggan baru, namun arahkan mereka untuk melakukan pembelian berikutnya melalui website Anda agar hubungan jangka panjang lebih terjaga.
Dulu mungkin iya, tapi sekarang sudah banyak solusi praktis. Anda tidak perlu jago koding untuk punya toko online profesional. Fokuslah pada jualan, biar sisi teknis kami yang urus.
Anda bisa memanfaatkan media sosial, konten edukasi, hingga iklan berbayar yang diarahkan langsung ke website. Keuntungannya, pengunjung yang datang akan menjadi aset Anda sepenuhnya.
Sudah saatnya bisnis kamu punya rumah sendiri di internet. Jangan biarkan masa depan bisnis kamu bergantung sepenuhnya pada kebijakan orang lain. Etalasio siap membantu kamu membangun website profesional dengan mudah dan harga yang bersahabat, khusus untuk membantu UMKM Indonesia naik kelas. Kunjungi etalasio.com dan mulai perjalananmu membangun aset digital hari ini!